Siapa sangka
? Ternyata jauh di pelosok pedalaman menyimpan berbagai keindahan alam yang tak
terjangkau oleh tangan pemerintah sendiri.
Sebuah
tempat yang seharusnya bisa dijadikan tempat penghasilan daerah untuk dibidang
kepariwisataan, malah tidak dihiraukan sama sekali sampai detik ini.
Sebuah
perjalanan menempuh hujan dan bahkan kami sempat tersesat, kami lalui untuk
sampai ke tempat ini. Semua berawal pada hari Minggu, 13 Jjuli 2014 tepatnya
siang hari, kami berkumpul di rumah Erfan di Awayan Pasar. Tiba-tiba hujan
deras datang mengguyur. Kami sudah hampir membatalkan rencana kami untuk
berangkat.
Tetapi
Alhamdulillah hari mulai cerah kembali, kami pun langsung berangkat. Jalannya
cukup menantang, butuh keahlian ekstrim untuk berkendara sehabis hujan seperti
ini. Sampai di Desa Uyam di perkampungan orang, kendaraan kami tinggal.
Dilanjutkan dengan berjalan kaki kira-kira hampir 1 jam. Kami tersesat karena
salah ambil jalan. Kami bimbang, apakah ingin melanjutkan atau kembali. Pucuk
di cinta ulam pun tiba, untung kami bertemu penduduk desa, katanya “Terus saja
lewatin sungainya, selalu ambil belokkan kiri, ikuti saja, lawan arus sungai
ini”
Kami pun
terus berjalan, cukup lama juga, akhirnya mendengar suara gemuruh air, lelah
dan rasa capek pun mulai hilang. Langsung saja kami mandi. Saat itu cuaca
sedang gerimis..