Selasa, 03 Februari 2015



Siapa sangka ? Ternyata jauh di pelosok pedalaman menyimpan berbagai keindahan alam yang tak terjangkau oleh tangan pemerintah sendiri.
Sebuah tempat yang seharusnya bisa dijadikan tempat penghasilan daerah untuk dibidang kepariwisataan, malah tidak dihiraukan sama sekali sampai detik ini.









Sebuah perjalanan menempuh hujan dan bahkan kami sempat tersesat, kami lalui untuk sampai ke tempat ini. Semua berawal pada hari Minggu, 13 Jjuli 2014 tepatnya siang hari, kami berkumpul di rumah Erfan di Awayan Pasar. Tiba-tiba hujan deras datang mengguyur. Kami sudah hampir membatalkan rencana kami untuk berangkat.
Tetapi Alhamdulillah hari mulai cerah kembali, kami pun langsung berangkat. Jalannya cukup menantang, butuh keahlian ekstrim untuk berkendara sehabis hujan seperti ini. Sampai di Desa Uyam di perkampungan orang, kendaraan kami tinggal. Dilanjutkan dengan berjalan kaki kira-kira hampir 1 jam. Kami tersesat karena salah ambil jalan. Kami bimbang, apakah ingin melanjutkan atau kembali. Pucuk di cinta ulam pun tiba, untung kami bertemu penduduk desa, katanya “Terus saja lewatin sungainya, selalu ambil belokkan kiri, ikuti saja, lawan arus sungai ini”
Kami pun terus berjalan, cukup lama juga, akhirnya mendengar suara gemuruh air, lelah dan rasa capek pun mulai hilang. Langsung saja kami mandi. Saat itu cuaca sedang gerimis..




 

0 komentar:

Posting Komentar

Sample Text

Diberdayakan oleh Blogger.

Instagram

Video

Popular Posts

Our Facebook Page